15 Desember 2008
Akibat Kerusakan Ozon
Kanker Kulit Berjangkit, Hasil Panen Turun
SUMBER bencana sebenarnya ada di mana-mana. Pada tahun belakangan ini, orang mulai digelisahkan oleh datangnya bencana besar dari langit. Bencana itu adalah berkurangnya kadar ozon di stratosfer bumi, yang kemudian dikenal dengan ”lubang ozon”.
Dari hasil pengukuran yang dilakukan oleh pakar atmosfer badan antariksa AS (NASA) Paul Newman, diketahui bahwa lubang ozon di wilayah kutub selatan Antartika semakin membesar.
Tahun ini, ukuran lubang ozon di daerah Antartika diperkirakan sekitar 26,88 km2. Ini naik dibandingkan pada tahun 2007 yang hanya berukuran 24,83 km2.
Kadar ozon
Lapisan ozon merupakan lapisan tipis molekul gas O3 yang secara alami menyelimuti permukaan bumi. Secara kimiawi, molekul gas ozon mirip dengan molekul gas oksigen yang kita hirup dari udara untuk pernapasan.
Bedanya, molekul gas ozon terdiri atas tiga atom oksigen (O3) pada suhu kamar, sedangkan molekul gas oksigen terdiri atas dua atom oksigen (O2). Gas oksigen mutlak kita perlukan untuk kehidupan. Tanpa oksigen kita akan mati lemas. Sebaliknya, gas ozon merupakan bahan yang beracun.
Gas ini sangat reaktif dan banyak digunakan untuk bahan pemucat (bleacing), penghilang bau, dan sterilisasi. Di samping itu, gas ini juga sangat korosif (cepat menimbulkan karat pada logam) dan berbahaya untuk kesehatan manusia. Jika terhirup dalam jumlah yang banyak akan menyebabkan kerusakan pada paru-paru.
Keberadaan ozon di atmosfer kita sangat sedikit, secara rata-rata sekitar tiga molekul ozon setiap 10 juta molekul udara. Meskipun demikian, ozon memegang peranan penting di atmosfer. Konsentrasi ozon terbesar terdapat di lapisan stratosfer (sekitar 90 persen) dan biasa disebut ozon bagus (good ozon), sedangkan 10 persen ozon ada di lapisan lainnya.
Selain itu, lintang tempat juga mempengaruhi besarnya konsentrasi ini. Di daerah khatulistiwa, konsentrasi ozon lebih rendah jika dibandingkan dengan daerah-daerah yang mempunyai lintang tempat yang lebih tinggi.
Pembentukan Ozon
Bagaimana pembentukan ozon dan bagaimana ozon bisa mengalami kerusakan? Secara alamiah, ozon terutama terbentuk dari hasil proses fotodisosiasi. Matahari mempunyai peranan sangat penting dalam proses ini. Di samping itu, di permukaan bumi ada gas-gas yang mengakibatkan terbentuknya ozon (disebut precurson ozon) seperti gas metan (CH4), nitrogen oksida, dan karbon monoksida. Uap air dan klorin merupakan bahan perusak ozon (BPO). Gas-gas ini, baik pembentuk ozon maupun perusak ozon biasanya merupakan gas-gas polutan dan banyak terdapat pada daerah-daerah yang mempunyai tingkat polusi yang tinggi.
Ozon terutama terbentuk dan terurai dari daerah ekuator di mana terdapat hutan tropis yang cukup luas. Secara alamiah, alam telah mengatur fenomena transportasi yang akan membawa gas-gas yang terdapat di permukaan bumi ini ke lapisan di atasnya dan mendistribusikan ozon ke daerah lintang yang lebih tinggi, dan terakumulasi di daerah kutup.
Pengaruhnya terhadap Bumi
Ozon mengabsorpsi radiasi ultraviolet yang dipancarkan matahari. Radiasi ini mempunyai panjang gelombang di bawah 400 nm. Spektrum dari radiasi ini, yang terletak pada panjang gelombang di antara 290 nm - 320 nm, lebih dikenal dengan istilah radiasi ultraviolet (UV). Telah terbukti bahwa peningkatan dosis radiasi UV-B yang mencapai bumi mengakibatkan meningkatnya kasus penyakit kanker kulit, menurunkan hasil panen, dan sangat memengaruhi (merusak) kehidupan plankton dan larva ikan laut
Di lapisan stratosfer ozon merupakan lapisan pelindung yang melindungi bumi dari spektrum radiasi matahari yang berbahaya untuk kehidupan. Tanpa adanya filter dari lapisan ozon, akan lebih banyak radiasi UV-B yang menembus atmosfer dan akan mencapai ke permukaan bumi. Beberapa hasil penelitian terhadap tumbuhan, binatang dan uji klinis terhadap manusia menunjukkan adanya efek yang berbahaya bila terpapar radiasi UV-8 secara berlebihan.
Di permukaan bumi atau di lapisan troposfer ozon merupakan gas polutan yang keberadaannya harus diusahakan minimum. Karena di permukaan bumi, ozon bisa berkontak langsung dengan lingkungan atau kehidupan dan menunjukkan sisi destruktifnya. Oleh karena itu, ozon di lapisan ini biasa disebut ozon jelek.
Beberapa penelitian mendokumentasikan adanya efek yang berbahaya dari ozon terhadap produksi panen, pertumbuhan, hutan dan kesehatan manusia. Efek ini kontras dengan efek ozon stratosfer yang menguntungkan. Oleh sebab itu, keberadaan ozon di atmosfer mempunyai arti yang sangat penting bagi kehidupan di bumi ini. Mengingat hal tersebut maka keberadaan ozon di atmosfer harus selalu dipantau agar dapat diupayakan tindakan-tindakan antisipasi yang diperlukan.
Klorofluorokarbon
Zat-zat kimia yang dilepas ke atmosfer yang dihasilkan oleh manusia adalah penyebab terjadinya penipisan ozon. Bahan perusak ozon mengandung beberapa kombinasi unsur kimia klorin, fluorin, bromine, karbon, dan hidrogen yang biasa disebut halozabon. Senyawa yang hanya terdiri dari klorin, fluorin dan karbon biasa disebut chlorofluorocarbon atau lebih dikenal dengan CFC. CFC banyak digunakan karena sifatnya yang stabil dengan toksisitas rendah dan tidak mudah terbakar. Karena CFC mempunyai sifat kimia dan fisika yang cocok untuk bahan pendingin, pelarut dan isolator panas, bahan ini banyak digunakan oleh industri refrigerator (almari es dan freezer), air conditioner (AC), gas pendorong (spray) aerosol, pembersih dan plastik foam, serta bahan pemenadam kebakaran.
Seandainya bahan ini terlepas ke atmosfer, dengan fenomena transportasi atmosfer bahan ini akan terdisosiasi oleh radiasi ultraviolet dari mataharidan terurai menjadi gas klorin yang sangat aktif merusak ozon.
Melindungi Ozon
Melalui Protokol Montreal, dicapai kesepakatan internasioanl guna melindungi lapisan ozon. Kesepakatan itu antara lain produksi CFC, halon, karbon tetraklorida, metil kloroform, dan metil bromida harus dihentikan, kecuali untuk penggunaan khusus. Selain itu, industri diharapkan mengembangkan bahan pengganti CFC yang bersahabat dengan ozon (ozone friendly).
Pada tahun 1992 pemerintah Indonesia juga ikut meratifikasi Protokol Montreal dan Konvensi Wina melalui Keppres Nomor 23 Tahun 1992 tentang Pengesahan Konvensi Wina dan Protokol Montreal. Dalam kurun waktu 16 tahun, Indonesia telah mencapai kemajuan yang berarti.
Menurut Ninong Komala, staf peneliti dari Pusat Pemanfaatan Sains-Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, dalam Seminar Perlindungan Ozon yang diselenggarakan oleh Bapedalda Propinsi DIY kerjasama dengan UNDP dan Kementerian Lingkungan Hidup RI pada 25 Oktober 2008 lalu , sampai tahun 2008 ini, Indonesia telah menghentikan impor BPO (Bahan Perusak Ozon).
Penghentian impor BPO dilakukan setelah kegiatan alih teknologi di industri pengguna dilaksanakan secara intensif dengan mengoptimalkan secara intensif bantuan pendanaan yang tersedia bagi negara berkembang. Sejalan dengan kegiatan alih teknologi, upaya pengambilan kembali (recovery) dan daur ulang CFC dan halon yang tersimpan dalam sistem pendingin dam sistem pemadam api perlu terus ditingkatkan untuk meminimalisasi praktik-praktik pembuangan BPO ke udara bebas.
‘’Melalui dua pendekatan tersebut, kita saat ini telah berhasil mengurangi lebih dari 9000 metrik ton BPO yang awalnya digunakan di berbagai sektor kegiatan dan domestik di Indonesia. Dengan demikian, jika kesepakatan Konvensi Wina dan Protokol Montreal tersebut dilaksanakan secara konsekuen, diperkirakan lapisan ozon akan segera pulih dalam kurun waktu 50 tahun,’’ ujar Ninong Komala optimis. (Amien Nugroho, pengamat teknologi - 80).
sumber: www.suaramerdeka.com
Friday, February 20, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



No comments:
Post a Comment