Thursday, April 30, 2009

EVOLUSI DAN MUTASI VIRUS INFLUENSA

IRWAN JULIANTO

KOMPAS.com - Januari 1976. Musim dingin sedang pada puncaknya dengan salju bertaburan di Fort Dix, sebuah pusat latihan Angkatan Darat Amerika Serikat di New Jersey. Sungguh sial nasib prajurit David Lewis (18). Ia tak bisa ikut merayakan HUT ke-200 negaranya karena ia tewas akibat tetap ngotot mengikuti latihan berat bersama peletonnya walaupun ia menunjukkan gejala terjangkit flu: pusing, mual, lelah, demam, dan nyeri otot.

Memang hanya Lewis yang tewas akibat flu yang kemudian diidentifikasi sebagai ”flu babi” (swine flu) yang disebabkan oleh virus H1N1, sama dengan subtipe virus influenza A yang menjadi biang wabah raya (pandemi) flu spanyol 1918-1919. Sementara sekitar 300 rekan Lewis juga terjangkit flu, sebagian harus dirumahsakitkan, tapi tak sampai fatal. Demikian dituturkan Laurie Garrett dalam sebuah bab khusus tentang swine flu di bukunya, The Coming Plague (1994).

Gara-gara kematian Lewis, para petinggi kesehatan masyarakat AS sempat panik akan terulangnya pandemi flu. Mereka mendesak Presiden Gerald Ford untuk memvaksinasi setiap warga Amerika agar kebal terhadap ”flu babi”. Program Imunisasi Nasional ”Swine Flu” yang disetujui Kongres AS pada 12 Agustus 1976 mulai dijalankan sejak awal Oktober 1976. Program vaksinasi massal yang dilakukan terhadap puluhan juta orang itu, pertengahan Desember 1976, dihentikan menyusul pengumuman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) bahwa vaksinasi ”flu babi” diduga menimbulkan puluhan hingga ratusan kasus kelumpuhan yang dikenal sebagai sindrom Guillain-Barre.

Bunglon mikroba

Adalah Dr Richard Shope dari AS yang mengusulkan istilah swine flu. Tahun 1932, ia mengusap ingus babi-babi di peternakan dan berhasil menularkannya ke sesama babi. Tahun 1933, tim Inggris, Wilson Smith dan tiga rekannya, untuk pertama kali mengisolasi virus flu. Tahun 1935, Shope membuktikan bahwa orang-orang yang selamat selama pandemi flu spanyol 1918-1919 (seusai Perang Dunia I) memiliki antibodi terhadap ”virus babi”-nya, tetapi anak-anak yang lahir setelah 1920 tak memiliki antibodi itu. Ia kemudian menyimpulkan bahwa pandemi flu seperti flu spanyol (yang menewaskan lebih dari 50 juta orang di seluruh dunia) itu disebabkan oleh virus dengan tipe ”babi”.

Shope berhipotesis bahwa virus itu berasal dari hewan-hewan lain (yang ternyata kemudian adalah burung), menginfeksi manusia, dan kemudian ditularkan oleh manusia ke babi. Babi kemudian menjadi tempat persembunyian aman bagi virus flu hingga kemudian menular lagi ke manusia, seperti yang terjadi dewasa ini di Meksiko dan beberapa negara lain, seperti AS, Kanada, Spanyol, Inggris, dan Australia.

Dengan kemajuan biologi molekuler, CDC awal dekade 1990-an mengukuhkan teori Shope. Hasil ”sidik jari” virus Fort Dix yang menjangkiti David Lewis dipastikan H1 (hemagglutinin 1) N1 (neuraminidase 1), sama dengan ”virus babi” Shope. Protein hemagglutinin dan neuraminidase merupakan antigen yang menyerang antibodi, sistem kekebalan tubuh manusia.

Perubahan minor pada kedua antigen ini (antigenic drift) biasanya tak menimbulkan wabah flu, hanya mutasi yang serius (antigenic shift) yang dapat membuat antibodi manusia tak mampu melawan dan inilah yang kemudian menimbulkan pandemi flu kembali terulang pada tahun 1957 dengan ”flu asia” yang disebabkan oleh virus influenza A subtipe H2N2 (menewaskan lebih dari 1 juta orang) dan tahun 1968 ”flu hongkong” oleh virus H3N2 dengan korban lebih dari 700.000 jiwa. Kini dikenal ada 16 jenis hemagglutinin dan 9 jenis neuraminidase, jadi bisa dibayangkan ada berapa kombinasi HN yang mungkin mengancam manusia. Yang paling mengkhawatirkan adalah virus flu burung H5N1 yang telah menewaskan lebih dari 100 orang Indonesia.

Tampaknya virus flu berhasil beradaptasi cukup sering, setidaknya satu kali setiap generasi manusia muncul strain virus flu baru yang dapat mengecoh manusia. Biasanya, setelah suatu pandemi flu yang dahsyat yang membunuh ratusan ribu atau jutaan jiwa, orang-orang yang selamat mungkin telah memiliki antibodi yang mengenal dan menetralisasi protein-protein hemagglutinin dan neuraminidase strain tersebut. Selama beberapa tahun kemudian, populasi virus flu itu hanya akan mengalami perubahan minor yang kurang berbahaya.

Sejarah mencatat pandemi flu hebat terjadi tahun 1580, seiring dengan kolonialisasi Afrika, Asia, dan Amerika. Pada abad ke-17 tidak ada catatan, tetapi pada abad ke-18 dan ke-19 pandemi dahsyat flu terjadi tahun 1729, 1732, 1781, 1830, 1833, dan 1889. Abad yang lalu juga mencatat tiga pandemi flu dan yang paling hebat tahun 1918-1919. Tidak mustahil abad ke-21 ini bakal terulang lagi sedikitnya tiga kali pandemi flu.

Kekhawatiran terhadap flu burung yang ”untungnya” belum menular sesama manusia sah-sah saja. Tapi ternyata kita telah terkecoh, virus ”flu babi” H1N1 yang menular dari manusia ke manusia kini malah yang mengguncang dunia. Menurut Laurie Garrett, beberapa pakar flu memperkirakan virus ”flu babi” akan muncul dengan siklus setiap 90-100 tahun. Berarti, pandemi flu 1918-1919 diramalkan bakal terulang pada tahun 2009-2019. Ternyata ramalan itu benar! Tentu kita berharap wabah ”flu babi” tahun ini tak sampai menjadi wabah raya.

Seperti halnya manusia, virus flu pun harus terus beradaptasi atau punah. Peristiwa 1976 di AS mengajarkan kepada para virolog bahwa virus flu itu mirip bunglon mikroba. Ia telah berevolusi dan mampu bertahan selama beribu tahun. Virus flu memang punya logikanya sendiri.

Wednesday, April 29, 2009

ANJING MENYALA

ANJING KLONING KOREA TUBUHNYA BISA MENYALA


Seoul National UniversitySEOUL

Para ilmuwan di Korea Selatan mengklaim telah berhasil mengkloning empat ekor anjing jenis beagle. Uniknya, tubuh keempat anjing tersebut bisa menyala.Tubuhnya hanya akan berpendar warna merah jika dipapar sinar ultraviolet. Bagian yang berpendar terutama di kuku dan bagian tubuh yang berkulit tipis seperti perut.Profesor Lee Byeoung-chun dari Universitas Nasional Seoul yang memimpin riset kloning ini menyebutnya sebagai anjing transgenik pertama di dunia yang membawa genfluorescent. Sebelumnya, peneliti AS dan China baru bisa melakukannya pada tikus dan babi."Pencapaian penting dalam riset ini tidak hanya warna merahnya itu, namun gen yang berhasil kami tanam di tubuhnya," ujar Lee. Teknik penyisipan gen yang dapat membuat tubuh berpendar biasanya dimanfaatkan untuk mendeteksi sel-sel kanker dalam rangka mengembangkan terapi pengobatan.Tim yang dipimpin Lee menggunakan sel kulit anjing induknya untuk menghasilkan keempat anjing kloning tersebut. Para peneliti menyisipkan gen fluorescent sebelum intil sel tersebut disuntikkan ke dalam sel telur kosong dan ditanam ke rahim anjing angkatnya.Anjing-anjing kloning tersebut lahir pada Desember 2007. Awalnya ada 6 ekor anjing kloning yang berhasil lahir dengan selamat, namun dua di antaranya tidak bertahan hidup. Empat lainnya yang sehat diberi nama Ruppy, kependekan dari ruby dan puppy

29 April 2009
suwber:KOMPAS.com

Sunday, April 26, 2009

KUMPULAN BINTANG BERUPA TANDA TANYA



Dengan bentuknya yang unik, berkilauan, serta terdiri dari berbagai warna, kumpulan bintang ini bergerak spiral ke bagian bawahnya yang tampak bagaikan sebuah titik. Gambar yang menawan ini diambil lebih dari 100.000 tahun cahaya oleh teleskop ruang angkasa Hubble.Teleskop ini menunjukkan sekelompok kumpulan bintang yang beriteraksi satu dengan lain. Gambar tersebut dikeluarkan untuk memperingati 19 tahun peluncuran Hubble.Pancuran kosmik bintang, gas, serta debu tersebut disebut oleh Badan Antariksa AS (NASA) sistem Arp 194. Cahaya oranye pada bagian atas diyakini sebagai hamparan galaksi yang berada pada proses menyatu dalam satu himpunan kelompok bintang.Pada bagian bawah kumpulan bintang, terdapat daerah dengan warna biru cerah yang merupakan arus klaster bintang 'super'. Klaster ini disebut NASA sebagai pancuran kumpulan bintang muda. Gambar berupa 'titik' di bagian paling bawah dari wujud kumpulan bintang yang menyerupai tanda tanya itu merupakan galaksi spiral tunggal.Sejak diluncurkan pada 25 April 1990, Hubble telah melakukan lebih dari 880.000 observasi dan mendokumentasikan 570.000 gambar lebih dari 29.000 obyek ruang angkasa. Posisi Hubble di luar atmosfer bumi memungkinkannya mengabadikan gambar hampir tanpa ada gangguan pencahayaan.Bulan depan, pesawat ulang-alik ruang angkasa Atlantis yang mengangkut perlengkapan mekanik diluncurkan untuk mengadakan perawatan Hubble yang masih dioperasikan hingga 5 tahun mendatang. Pengganti Hubble, James Webb, baru diluncurkan pada 2013.

Sumber:www.kompas.com

Wednesday, April 22, 2009

SETTING GPRS AXIS

SETTING GPRS AXIS


*Setting Otomatis

Kirimkan sms dengan isi: WAP(SPASI)(MEREK HP)(SPASI)(TYPE HP), contoh:WAP NOKIA 6300 ke no 2288



*Setting manual


Parameter:

$Conection name: AXISwap

$Access Point Name: AXIS

$Home Page: wap.axisworld.co.id

$User name: AXIS

$Password: 123456

$Ip address:010.008.003.008

$Proxi port: standart 9201,proxi 8080

$Authentication: normal atau pap untuk Sony Ericsson

$Data bearer: gprs

$Prompt password: no

Tuesday, April 21, 2009

SETTING GPRS PROXL

SETTING GPRS XL


Ada 2 cara yang harus di lakukan


1.Setting di hp


*Setting otomatis

Kirimkan sms berisi:GPRS(SPASI)(MEREK HP)(SPASI)(TYPE HP) ke nomor 9667


*settingan manual


Parameter Setting manual:

$Conection name name: XL GPRS

$Access point name: http://www.xlgprs.net

$User name: xlgprs

$Password: proxl

$Homepage: http://wap.lifeinhand.com

$Ip address/alamat proxi:202.152.240.050

$Proxi port: 9201 atau 8080

$Authentication: normal

$Prompt password: no

$Data bearer: gprs


2.setting kartu sim

Telepon operator untuk aktifkan settingan kartu

Saturday, April 18, 2009

SETTING GPRS SIMPATI

SETTING GPRS SIMPATI

Setting Otomatis


*Kirim sms dengan isi :GPRS(SPASI)(16 ANGKA DI BELAKANG KARTU)

Contoh: GPRS 1526385425846263 ke no 6616

*tulisan gprs tidak case sensitive dan kena biaya Rp 350,-


*proses aktivasi maksimal 48 jam


Bila anda merasa terlalu lama menunggu, maka setting manual bisa anda pilih.


*Setting manual gprs simpati

Parameter:


*conection name: APN Telkomsel

*acces point name(APN): telkomsel

*user name: wap

*password: wap123

*wap gateway atau ip addres: 10.1.89.130

*proxi port: standar 9201,proxi 8000

*homepage:http://wap.telkomsel.com

*authentication:normal

*data bearer: gprs

*prompt password: no